Tinjau Pidie Jaya, Ketua Satgas Tito Karnavian Serahkan Bantuan untuk Warga
Bantuan tersebut terdiri atas 100 paket air mineral, 65 paket mi instan, 13 karung beras masing-masing seberat 50 kilogram, 20 unit cangkul, serta 10 unit gerobak dorong.
Bantuan tersebut terdiri atas 100 paket air mineral, 65 paket mi instan, 13 karung beras masing-masing seberat 50 kilogram, 20 unit cangkul, serta 10 unit gerobak dorong.
Mendagri Tito meminta seluruh menteri Kabinet Merah Putih untuk segera memberi perhatian dan melakukan langkah percepatan pemulihan.
Pemerintah pusat sejak awal telah melakukan mobilisasi nasional untuk menangani dampak bencana termasuk di Provinsi Sumbar. Mobilisasi ini melibatkan TNI, Polri, kementerian/lembaga, serta seluruh unsur pemerintah daerah (Pemda).
Keberhasilan pemulihan daerah terdampak bencana diukur dari pulihnya fungsi pemerintahan dan aktivitas ekonomi masyarakat, bukan dari banyaknya liputan.
Rangkaian kebijakan yang diterbitkan Mendagri telah menjawab kebutuhan mendesak daerah terdampak, baik dari sisi fleksibilitas anggaran, keberlanjutan pelayanan publik, hingga pemulihan tata kelola pemerintahan desa.
Anggaran pemulihan tersebut difokuskan pada perbaikan infrastruktur dasar, seperti kantor desa, sekolah, dan jembatan yang mengalami kerusakan akibat bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatera.
Di tengah kebijakan efisiensi Transfer ke Daerah (TKD), Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dinilai memegang peran kunci dalam memastikan efisiensi anggaran tidak menghentikan roda pembangunan di daerah.
Praja IPDN akan ditugaskan membantu pembersihan wilayah terdampak sekaligus memulihkan fungsi pemerintahan desa yang lumpuh akibat banjir.
Tito mengakui bahwa pendataan penerima bantuan renovasi rumah rusak ringan dan rusak sedang masih terkendala akurasi data.
Tren positif pengendalian inflasi sepanjang 2025 tidak boleh membuat pemda lengah dalam memantau komoditas pangan yang selama ini berkontribusi terhadap inflasi.